Sunday, June 28, 2015

Kerusakan Monitor LCD

Penyebab Monitor LCD Rusak Gambar Garis-Garis
Seringkali apabila monitor LCD sudah digunakan dalam jangka waktu yang lama maka akan mengalami kerusakan mulai dari monitor LCD rusak mati total, gambar tidak tampil pada layar, warna cacat, dan yang paling menyusahkan adalah kerusakan dengan ditandai adanya interferensi atau gambar garis-garis, jadi tampilan gambar pada layar menjadi bergaris.

Secara umum, kerusakan LCD monitor gambar bergaris ini masih dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. Biasanya cara memperbaiki tiap jenis kerusakannya juga tidak sama, demikian juga dengan komponen yang diperlukan untuk menggantinya.

Untuk jenis kerusakan pertama ditandai dengan tampilan pada layar LCD didominasi oleh garis-garis vertikal atau garis tegak terhadap panel LCD. Garis bisa berupa benang-benang putih halus atau garis berwarna hitam yang posisinya menetap (tidak bergerak). Untuk kerusakan seperti ini lebih sering disebabkan oleh screen panel yang sudah rusak, jadi untuk solusinya adalah dengan mengganti panel lama dengan panel lain yang masih bagus.

Kerusakan yang kedua sangat berbeda dengan kerusakan pertama, baik dari segi penyebab maupun komponen yang rusak. Kerusakan ditandai dengan tampilan gambar pada layar LCD terganggu dengan adanya garis-garis bergerak yang bisa merupakan garis horizontal (mendatar) yang bergerak naik atau turun secara terus menerus. Bisa juga berupa garis-garis kecil tak beraturan yang kadang lebih mirip dengan titik-titik putih namun posisinya berpindah-pindah.

Untuk kerusakan yang kedua ini disebabkan oleh banyak faktor, bisa karena monitor LCD terkena gangguan interferensi misalnya percikan arus listrik, gerakan motor listrik, atau penyebab lain seperti buruknya kabel VGA yang digunakan, dll.

Cara penanganan untuk kerusakan ini juga beragam, perlu diketahui terlebih dahulu penyebabnya secara pasti, baru kemudian dicari solusi yang tepat untuk menangani kerusakannya. Kerusakan garis yang berpindah-pindah ini lebih susah di repair daripada kerusakan garis yang menetap.
                                                                                               
Kalau Monitor Mati Saat Di Hubungkan Dengan PC
kalau monitor mati saat di hubungkan dengan PC kemungkinan besar yang mengalami kerusaklan adalah pada bagian kabel signal sampai dengan program board. Yang sering terjadi yaitu salah satu kabel signal putus dibagian dalamnya. Tepatnya pada line horizontal (h sync) atau line vertical (v sync). Apabila salah satu line kabel ini putus, maka akan mengakibatkan monitor tidak ada gambar dengan lampu indikator berkedip-kedip. Untuk memahami tiap-tiap bagian pada monitor bisa melihat tulisan terdahulu tentang bagian bagian monitor.

Cara melakukan pengecekan pada bagian kabel signal ini adalah dengan mengukur tiap-tiap kabelnya satu-persatu. Yang terpenting dua bagian tadi ( hsync dan v sync) karena kedua line inilah yang membawa informasi data dari PC kemudian masuk ke blok program (IC program) sehingga dapat diolah menjadi sinyal video dan tampil pada layar monitor sebagai gambar yang dapat kita lihat.

Kalau kabel signal tidak mengalami kerusakan, pengecekan bisa diteruskan pada bagian blok program, termasuk IC program dan semua komponen pendukungnya. Pernah terjadi kasus monitor mati seperti ini ternyata yang rusak adalah salah satu dioda bypass yang terdapat pada blok program, dioda ini masih berhubungan dengan h sync dan v sync, seri diodanya adalah IN4148.

Penyebab Monitor LCD Panas Mati
 biasanya tidak jauh dari komponen-komponen yang sudah tidak dapat berfungsi dengan maksimal, hal ini dikarenakan terlalu lamanya umur pemakaian dari komponen tersebut. Kerusakan monitor lcd kalau panas mati ini memang banyak dijumpai, seperti pada merek Dell, Philips, Acer, Samsung, dan juga merek-merek lain.

Menurut kasus yang sering saya jumpai, komponen yang rusak adalah capasitor/elco pada bagian inverter. Elco ini nilainya beragam, mulai dari 470U/25 volt, sampai 1000U/35 volt, tergantung dari jenis monitor lcd itu sendiri. Tapi kesemua elco tersebut memiliki fungsi yang sama, yaitu bekerja pada tegangan DC 12 volt pada jalur inverter.

Nah, kalau elco ini rusak akan dapat mengakibatkan kerusakan monitor kadang-kadang mati, atau dalam kondisi lebih parah monitor sama sekali tidak mengeluarkan gambar, artinya blok inverter tidak bekerja.

Biasanya elco yang rusak ditandai dengan bentuk fisiknya yang menggembung, tapi tidak jarang juga elco yang bentuknya masih mulus tapi dapat mengakibatkan kerusakan. Cara paling tepat untuk memastikannya adalah dengan melakukan pengukuran pada setiap tegangan keluaran trafo converter.




sumber:
ahmasuryanto.blogspot.com

No comments:

Post a Comment