Sabtu, 28 Februari 2015

Koleksi Kerusakan Tv Plasma Philips

Philips plasma mati protek
KASUS :
  • Philips Plasma Display 42” model 42SDV4
  • Kerusakan mati protek. Setiap kali di power relay sudah nyeklik-on dan lampu led hijau nyala, tetapi sebentar kemudian relay kembali nyeklik-off dan lampu led berubah merah lagi

SOLUSI :

  • Kami sangat beruntung, karena melalui mBah Google bisa mendapatkan “Training Manual Philips PDP 2006”
  • Dalam buku ini dijelaskan bahwa kita dapat memeriksa hanya bagian modul power suply saja.
Caranya adalah sebagai berikut :
  • Lepas modul power suply
clip_image002
clip_image004

  • Pasang AC- cord pada CN8001
  • Pasang Jumper pada lokasi J8003, J8004, BJ8902
  • Hidupkan. Kalau led8001, led8002,ledBD8903 mau menyala secara berurutan berarti modul power suply OK (tidak rusak). Jika salah satu ada yang tidak menyala berarti ada kerusakan.
  • Kemudian kami periksa semua tegangan-tegangan sesuai dengan label yang ditempelkan pada panel-display .
  • Ada beberapa tegangan yang nilainya berubah, kemudian masing-masing kami lakukan ajustment ulang.
  • Modul kami coba pasang kembali.........dan pesawat langsung OK
clip_image006


Catatan :
clip_image008








sumber:
marsonotv.blogspot.com

Jumat, 27 Februari 2015

Koleksi Kerusakan Tv Plasma JVC

Plasma JVC 42” Mati Protek
KASUS :
  • Plasma JVC 42” dengan kerusakan mati total.
  • Belakangan baru kami diberi tahu pemilik bahwa model ini Tuner Unit terpisah berdiri sendiri. Setelah Tuner unit kami sambungkan, ternyata pesawat dapat hidup stand-by. Dan kerusakannya adalah mati protek.

PEMERIKSAAN :
  •  Model ini menggunakan modul power suply buatan SAMSUNG. Berdasarkan pengalaman kami saat menangani Philips plasma yang juga menggunakan power suply buatan Samsung, maka langsung saja kami cari letak lokasi jumper-jumper test point.
  • Disini kami menemukan ada  5 buah jumper test point.  4 buah masing-masing ada tulisannya, yaitu (1) Power Panel, (2) Relay, (3) THEM DE, (4) Vs on. Dan yang ke (5) tidak ada tulisannya, dan berada pada suatu board  kecil yang dipasang  menempel pada main board utama power suply.
  •  Pertama kami coba pasang jumper menggunakan japitan buaya pada (1), (2), (3) dam (4).  Saat power di-on-kan ternyata lampu led indikator hijau (ada 3 buah) yang terdapat pada modul power suply dapat menyala semua dan sebuah led berwarna merah juga ikut menyala. Tetapi kemudian salah satu led hijau kemudian mati lagi dan pesawat mati protek.
  • Saat led hijau menyala ternyata semua tegangan-tegangan suply keluar. Dan ketika salah satu led hijau ada yang mati ternyata tegangan Vs setelah hidup sesaat kemudian menghilang lagi.
  • Kami menduga mengkin jumper test ke (5) adalah untuk melumpuhkan sistim protek. Maka langsung kami coba pasang jumper pada test tersebut. Dan ternyata dugaan kami benar......setelah pesawat coba dihidupkan.......tidak protek lagi.........ditunggu beberapa saat layar langsung menyala.
SOLUSI :
  • Kami sudah berusaha mencari lewat mbah Google berbagai informasi yang berhubungan dengan model JVC ini, tetapi hasilnya nihil.
  • Maka kami menduga bahwa board kecil yang ada jumper ke (5) ini merupakan sirkit protek (.........dan sepertinya dugaan ini benar)
  • Langsung saja kami ambil ESR-meter dan periksa 4 buah elko SMD (surface mount device alias elko tempel) yang terdapat disitu.....dan ternyata ke 4 nya sudah kering semua.
  • Setelah penggantian elko-elko (dengan menggunakan elko biasa).....kemudian melepas semua jumper-test..........pesawat coba dihidupkan........dan alhamdulillah pesawat sudah tidak protek lagi.







sumber:

Rabu, 25 Februari 2015

Seputar Tv Digital

Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

Pemicu perkembangan Pendorong pengembangan televisi digital antara lain:
  • Perubahan lingkungan eksternal
    • Pasar televisi analog yang sudah jenuh
    • Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel
  • Perkembangan teknologi
    • Teknologi pemrosesan sinyal digital
    • Teknologi transmisi digital
    • Teknologi semikonduktor
    • Teknologi peralatan yang beresolusi tinggi

Frekuensi TV digital

Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda.
TV digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap dari sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan kamera video.

Sistem pemancar TV digital

Terdapat tiga standar sistem pemancar televisi digital di dunia, yaitu televisi digital (DTV) di Amerika, penyiaran video digital terestrial (DVB-T) di Eropa, dan layanan penyiaran digital terestrial terintegrasi (ISDB-T) di Jepang. Semua standar sistem pemancar sistem digital berbasiskan sistem pengkodean OFDM dengan kode suara MPEG-2 untuk ISDB-T dan DTV serta MPEG-1 untuk DVB-T.
Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-T sangat fleksibel dan memiliki kelebihan terutama pada penerima dengan sistem seluler. ISDB-T terdiri dari ISDB-S untuk transmisi melalui kabel dan ISDB-S untuk tranmisi melalui satelit. ISDB-T dapat diaplikasikan pada sistem dengan lebar pita 6,7MHz dan 8MHz. Fleksibilitas ISDB-T bisa dilihat dari mode yang dipakainya, dimana mode pertama digunakan untuk aplikasi seluler televisi berdefinisi standar (SDTV), mode kedua sebagai aplikasi penerima seluler dan SDTV atau televisi berdefinisi tinggi (HDTV) beraplikasi tetap, serta mode ketiga yang khusus untuk HDTV atau SDTV bersistem penerima tetap. Semua data modulasi sistem pemancar ISDB-T dapat diatur untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM. Perubahan mode ini bisa diatur melalui apa yang disebut kontrol konfigurasi transmisi dan multipleks (TMCC).
Frekuensi sistem penyiaran televisi digital dapat diterima menggunakan antena yang disebut televisi terestrial digital (DTT), kabel (TV kabel digital), dan piringan satelit. Alat serupa telepon seluler digunakan terutama untuk menerima frekuensi televisi digital berformat DMB dan DVB-H. Siaran televisi digital juga dapat diterima menggunakan internet berkecepatan tinggi yang dikenal sebagai televisi protokol internet (IPTV).Spacetoon

Transisi TV analog ke TV digital

Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital.
Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat penerima televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut rangkaian konverter (Set Top Box). Sinyal siaran digital diubah oleh rangkaian konverter menjadi sinyal analog, dengan demikian pengguna pesawat penerima televisi analog tetap bisa menikmati siaran televisi digital. Dengan cara ini secara perlahan-lahan akan beralih ke teknologi siaran TV digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia dan lain sebagainya.
Apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
Televisi set dengan hanya tuner analog tidak bisa decode transmisi digital. Ketika penyiaran analog melalui udara berhenti, pengguna set dengan analog-hanya tuner dapat menggunakan sumber pemrograman (misalnya kabel, perekam) atau dapat membeli set-top box konverter untuk mendengarkan sinyal digital. Di Amerika Serikat, kupon yang disponsori pemerintah yang tersedia untuk meringankan biaya sebuah kotak konverter eksternal. Switch off-analog (penuh daya stasiun) berlangsung pada tanggal 12 Juni 2009 di Amerika Serikat, 24 Juli 2011 di Jepang, 31 Agustus 2011 di Kanada, 13 Februari 2012 di Negara-negara Arab, dan dijadwalkan untuk 24 Oktober 2012 di Inggris dan Irlandia, pada tahun 2013 di Australia, pada tahun 2015 di Filipina dan Uruguay, pada 2017 di Kosta Rika dan pada 2018 di Indonesia.

Industri televisi Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1962 dimulai dengan pengiriman teleks dari Presiden Soekarno yang berada di Wina kepada Menteri Penerangan Maladi pada 23 Oktober 1961. Presiden Soekarno memerintah Maladi untuk segera mempersiapkan proyek televisi. TVRI adalah stasiun televisi pertama yang berdiri di Indonesia.
TVRI melakukan siaran percobaan pada 17 Agustus 1962 dengan pemancar cadangan berkekuatan 100 watt. TVRI mengudara untuk pertama kali tanggal 24 Agustus 1962 dalam acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sejak saat itu dirintis pembangunan stasiun televisi daerah pada akhir tahun 1964. Kemudian dibentuk stasiun-stasiun produksi keliling (SPK) tahun 1977 sebagai bagian produksi dan merekam paket acara untuk dikirim dan disiarkan melalui stasiun pusat TVRI Jakarta di beberapa ibu kota provinsi. Konsep SPK diadopsi oleh beberapa stasiun televisi swasta berjaringan tahun 1990-an. Televisi swasta menggunakan kanal frekuensi ultra tinggi (UHF) dengan lebar pita untuk satu program siaran sebesar 8 MHz.
Migrasi dari sistem penyiaran analog ke digital menjadi tuntutan teknologi secara internasional. Aplikasi teknologi digital pada sistem penyiaran televisi mulai dikembangkan di pertengahan tahun 1990-an. Uji coba penyiaran televisi digital dilakukan pada tahun 2000 dengan pengoperasian sistem digital dilakukan bersamaan dengan siaran analog sebagai masa transisi.

Tahun 2006, beberapa pelaku bisnis pertelevisian Indonesia melakukan uji coba siaran televisi digital. PT Super Save Elektronik melakukan uji coba siaran digital bulan April-Mei 2006 di saluran 27 UHF dengan format DMB-T (Cina) sementara TVRI/RCTI melakukan uji coba siaran digital bulan Juli-Oktober 2006 di saluran 34 UHF dengan format DVB-T. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:07/P/M.KOMINFO/3/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia menetapkan DVB-T ditetapkan sebagai standar penyiaran televisi digital teresterial tidak bergerak.
Stasiun-stasiun televisi swasta memanfaatkan teknologi digital pada sistem penyiaran terutama pada sistem perangkat studio untuk memproduksi, mengedit, merekam, dan menyimpan program. Sementara itu penyelenggara televisi digital memanfaatkan spektrum dalam jumlah besar, dimana menggunakan lebih dari satu kanal transmisi. Penyelenggara berperan sebagai operator jaringan dengan mentransmisikan program stasiun televisi lain secara terestrial menjadi satu paket layanan. Pengiriman sinyal gambar, suara, dan data oleh penyelenggara televisi digital memakai sistem transmisi digital dengan satelit atau yang biasa disebut sebagai siaran TV berlangganan.
TVRI telah melakukan peluncuran siaran televisi digital pertama kali di Indonesia pada 13 Agustus 2008. Pelaksanaan dalam skala yang lebih luas dan melibatkan televisi swasta dapat dilakukan di bulan Maret 2009 dan dipancarkan dari salah satu menara pemancar televisi di Joglo, Jakarta Barat. Sistem penyiaran digital di Indonesia mengadopsi sistem penyiaran video digital standar internasional (DVB) yang dikompresi memakai MPEG-2 dan dipancarkan secara terestrial (DVB-T) pada kanal UHF (di Jakarta di kanal 40, 42, 44 dan 46 UHF) serta berkonsep gratis untuk mengudara. Penerimaan sinyal digital mengharuskan pengguna di rumah untuk menambah kotak konverter hingga pada nantinya berlangsung produksi massal TV digital yang bisa menangkap siaran DVB-T tanpa perlu tambahan kotak konverter.
Selain siaran DVB-T untuk pengguna rumah, dilakukan uji coba siaran video digital berperangkat genggam (DVB-H). Siaran DVB-H menggunakan kanal 24 dan 26 UHF dan dapat diterima oleh perangkat genggam berupa telepon seluler khusus. Keutamaan DVB-H adalah sifat siaran yang kompatibel dengan layar telepon seluler, berteknologi khusus untuk menghemat baterai, dan tahan terhadap gangguan selama perangkat sedang bergerak. Jaringan DVB-H di Indonesia dipercayakan kepada jaringan Nokia-Siemens.
Departemen Komunikasi dan Informasi merencakan untuk mengeluarkan lisensi penyiaran digital pada akhir tahun 2009 bersamaan dengan penghentian pemberian izin untuk siaran televisi analog secara bertahap. Pemerintah telah menetapkan peserta yang mendapat izin frekuensi sementara untuk menyelenggarakan uji coba DVB-T dan DVB-H di Jakarta yaitu :
  • Untuk DVB-T
    • Lembaga Penyiaran Publik TVRI
    • Konsorsium TV Digital Indonesia (KTDI): SCTV, ANTV, TransTV, Trans7, TV One, Metro TV
  • Untuk DVB-H
    • Telkom Tbk (Telkomsel dan TELKOMVision)
    • STC
    • Mobily (didukung oleh TV grup Emtek: SCTV, Indosiar, O Channel)
    • Mobile-8 Telecom Tbk (didukung oleh TV grup MNC: RCTI, Global, TPI)
Perangkat penerima yang akan mendukung uji coba siaran digital di Indonesia adalah Polytron dengan produk TV digital dan kotak konverter. Polytron akan mengeluarkan TV digital berukuran 21 inchi dan 29 inchi dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.

Karakteristik sistem penyiaran TV digital terestrial

Sistem penyiaran televisi digital yang ada di Indonesia dibagi berdasarkan kualitas penyiaran, manfaat, dan keunggulan TV Digital tersebut. TV Digital dalam perkembangannya memiliki karakteristik yang berbeda di tiap area penyiaran.

Kualitas penyiaran TV digital

TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi. Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk pengiriman informasi berkualitas tinggi.

Manfaat penyiaran TV digital

  • TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.
  • Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.
  • Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.
  • TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.

Keunggulan frekuensi TV digital

Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui kode koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu siaran televisi digital dapat menggunakan daya yang rendah.
Transmisi pada TV Digital menggunakan lebar pita yang lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV Digital menggunakan OFDM yang bersifat kuat dalam lalu lintas yang padat. Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital memiliki konsekuensi berupa tersedianya saluran siaran televisi yang lebih banyak. Siaran berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya keterbatasan frekuensi menghasilkan saluran-saluran televisi baru. Penyelenggara televisi digital berperan sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital sementara program siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan kanal ataupun teknologi jasa pelayanannya. Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi berupa pemakaian satu kanal frekuensi untuk 4 hingga 6 program.
Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi analog dan sistem penerimaan televisi bergerak. TV Digital memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat menggunakannya seperti internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui modul Sistem Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan modem,jaringan telepon atau jalur kembali televisi kabel, maupun satelit untuk mengirimkan sinyal balik kepada pengguna seperti pada aplikasi penghitungan suara melalui televisi. Ada beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan, antara lain melalui jaringan telepon tetap (PSTN) dan jaringan berlayanan digital terintegrasi (ISDN). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif untuk interaksi melalui jaringan CATV, HFC, sistem terestrial,SMATV, LDMS, VSAT, DECT, dan GSM.









sumber:

Selasa, 24 Februari 2015

Koleksi Kerusakan Tv Plasma Samsung

1. Kerusakan Tv Plasma Samsung
Plasma TV yang datang kali ini dari Eropa, aku sempat berfikir, wah jangan-jangan akan menimbulkan masalah nanti, soalnya setahuku sistem siaran yang digunakan Eropa dan Asia nggak sama, sistem warna juga berlainan (PAL dan NTSC). Tapi keburu ada orang order jadi langsung hajar saja, dan kebetulan kerusakan-kerusakan yang ditemui hanya seputar power saja. Seperti plasma TV merk Samsung 42 inch kerusakan tidak ada gambar ternyata hanya dioda 12 volt-nya yang mati. Ganti dioda langsung jreng.. nyala. Pada TV-TV yang lain kebanyakan juga begitu, tidak jauh dari power dan converter.
Plasma TV tidak ada gambar, dioda dalam lingkaran merah mati
Tapi ada salah satu plasma TV yang kerusakannya mulai bikin runyam, TV Samsung 42 inch dengan kerusakan gambar melompat-lompat (gambar melompat-lompat kayak apa ya? :D), pokoknya gambar cuma ada garis-garis dari atas kebawah, ditambah tidak ada warna (hitam putih). Wah mulai bikin pusing kepala nih, pertama penyelidikan langsung mengarah kebagian osilator, setelah semua diteliti ternyata osilator tidak bermasalah Hmm.. berpikir lagi, setelah dianalisa bagian selanjutnya yang dicurigai adalah blok tuner, kenapa demikian? karena selain gambar tidak stabil ditambah warna juga masih hitam-putih, jadi kemungkinan penangkapan frekuensi masih belum sempurna. 

Setelah bagian tuner dibuka, ternyata tiung.. tiung.. dies, ketemu deh, banyak open solder disana-sini, langsung saja solder bergerilya menghajar bagian-bagian yang sudah pada retak. Penyolderan selesai, dicoba TV dinyalakan, jreng.. waduh .., gambar sih normal, tidak ada lompat-lompat lagi, tapi masih hitam-putih. Hmm.. apanya lagi nih, langsung saja mengeluarkan jurus pamungkas 'Segoro Geni' dies-dies semua bagian tuner dihajar habis, sampai kesoket-soket dan kabelnya disisir rata, eh masih tidak ok juga.


Mesin plasma TV yang rusaknya rewel, bikin pusing kepala
Bosan selidik sana-sini tidak membuahkan hasil, akhirnya kembali pada logika awal, yaitu sistem warna yang tidak sama, hufh.. tadi disepelekan ternyata muncul juga masalahnya. Kemudian kucoba mencari referensi diinternet, Googling tentang perbedaan PAL dan NTSC, apakah kira-kira masih ada kemungkinan berhasil atau tidak. Ternyata tetap blank, penyelesaian tidak ada, hmm.. akhirnya divonis mati sajalah.. daripada pusing-pusing, vonis mati dengan alasan sistem warna tidak sama hihi.. selesai dah. 


2. Samsung Plasma Display Gambarnya Bergaris Berbayang-bayang Merah
Kerusakan:
Plasma samsung dengan kerusakan gambar bergaris2 tapi agak samar2 berwarna merah dari atas sampai tengah2 layar,garis tidak sampai bawah,pertama saya kira panelnya rusak,tapi klo ini garisnya cuma sampai tengah.

Perbaikan:
kerusakan seperti ini jelas bukan dari power suply,atau pun mainboard,klo bagian ticon atau logic bisa jadi karna adanya Resistor putus,tapi klo garisnya setengah saya kira kerusakan bagian bumper,"block penghubung fleksibel panel ke logic/ticon"



lihat gambar bumper di atas,ini adalah gambar bumper bagian atas panel yg bergaris,saya simpulkan sebaliknya,bumper juga ada di bagian bawah,bisa jadi klo gambar bergaris dari bawah ke atas kerusakan dari bumper bawahnya.
bumper atas sama dengan bumper bawah ,hanya ada beberapa komponen saja,dari praktek2 yg saya pelajari kebanyakan kerusakan pada putusnya resistor2 di bagian bumper tersebut.
coba lihat gambar di atas,ada ic di bagian bumper,di sampingnya ada resistor2 sebagai input juga output ic,input terhubung dari logic & output menghubungkan ke panel layar.
setelah saya cek memang betul ada resistor berukuran 47 ohm yg putus,setelah saya ganti dengan resistor berukuran sama alhasil memang dari situ kerusakannya.alias tv udah kelar.






tapi saya masih penasaran,kenapa klo putus resistor satu gambar garisnya merah???,disamping resistor yang putus masih ada dua biji resisitor berukuran sama,ternyata 3 resistor ini sebagai RGB ,dimana klo diantaranya putus satu gambar akan bergaris dalam bentuk warna Red, Gren, Blue...berarti klo dua resistor putus misalnya Red & Gren bisa jadi gambar bergaris berwarna kuning...& seterusnya...smoga membantu.


3. Samsung plasma display PS-42P4H1 elco/capasitor lemah

Spesifikasi:
plasma samsung dengan modul name PS-42P4H1 dengan tipe; NP42P4 ,PDP modul; S42AX-XD02 ,panel ;S42AX-XB01 , dengan tegangan : VS: 170 volt ,VA: 70 volt ,VSCAN: -55 volt ,VE: 155 volt ,VSET: 157 volt ,VG: 14 volt ,& VM: 5 volt.

sedikit dari saya keterangan berbagai macam kerusakan & cara perbaikan yang pernah saya praktekkan ,diantaranya :
gambar tv normal namun suara gresek kadang nongol kadang gak seperti tuner rusak, saya coba buat AV gambar juga bagus tapi suara ga ada , saya kira kerusakan bukan dari tuner apalagi power amply, saya langsung cek bagian nicam dengan ic micronas 4450, tegangan ternyata normal b+: 9 & 5 Volt, clock data juga normal, penasaran saya coba ganti ic nya, selesai pasang langsung hidupin tv,,hehehe..ga ada reaksi alias podowae"sama saja"...perjuangan tak berhenti sampai disini, masih bagian input juga output nicam pastinya..coba cek dengan ESR'

alat pengukur capasitor tanpa mencabut atau dalam keadaan terpasang di mainboard langsung bisa di ukur masih bagus apa nggaknya, tanpa basa basi saya akui canggihnya alat ini, dalam hitungan menit kerusakan langsung terdeteksi ,ternyata elco input nicam banyak yang rusak,sekitar 25 biji elco dengan ukuran 16 volt 4,7 & 10 micro saya babat habis, alhasil jadilah tv ini bersuara lagi.

dari saya sedikit pengetahuan semoga membantu anda.


4. Penyakit turunan Samsung plasma display PS-42D4S
Kerusakan:
Penyakit turunan plasma samsung tipe PS-42D4S,tv hidup,display blue back normal,kerusakan dari mainboard.


ini adalah gambar mainboard PS-42D4S sebelum di perbaiki.kerusakan turunannya ialah untuk tv ada bintik tapi no chanel,di auto atau di manual search gak mau nangkep chanel siaran, untuk av juga no signal,apanya ayo???????,,,,,klo menurut praktek yg sudah2 pernah ganti ic swit video tapi sama saja,....


Perbaikan:


ini adalah gambar mainboard setelah normal,,,apa ya perbedaannya dgn mainboard saat masih rusak,,,coba amati lebih teliti,,khususnya bagian input video di samping tuner,,,penyakit mainboard samsung PS-42D4S ternyata adalah elco nya banyak yg suak,sebelumnya saya cek dgn mnggunakan alat ESR,terlihat dgn jelas bnyak elco yg rusak,,setelah saya babat kira2 kurang lebih 30 elco dgn ukuran 4,7 & 10 micro saya ganti,alhasil alhamdulilah tuner tv kembali bekerja,,di auto search langsung OK,,lalu saya coba input AV,RGB juga normal, tapi sayang permasalahan blm selesai,saat saya pasang jek speker & volume saya gedein,,eh eehh ga ada suara,cek speker ga masalah.ampli juga baik2 saja,.Vcc, clock data ic nicam terlihat normal dgn seri nomor MSP 4410,kurang puas babat elco, ESR turun lagi cek elco bagian samping ic nicam.,& ternyata survei membuktikan panen elco lagi,sekitar 20 elco saya babat lagi,& saya jadikan hari itu adalah hari elco buat hari2 saya..hehehehhee



5. gambar bergaris bayang2 merah Samsung Plasma Display PS-50P4H1



Kerusakan:
plasma samsung dengan kerusakan gambar bergaris2 tapi agak samar2 berwarna merah dari atas sampai tengah2 layar,garis tidak sampai bawah,

Perbaikan:
pertama saya kira panelnya rusak,tapi klo ini garisnya cuma sampai tengah,untuk lebih detailnya kembali,mari bongkar...kerusakan seperti ini jelas bukan dari power suply,atau pun mainboard,klo bagian ticon atau logic bisa jadi karna adanya Resistor putus,tapi klo garisnya setengah saya kira kerusakan bagian bumper,"block penghubung fleksibel panel ke logic/ticon"


lihat gambar bumper di atas,ini adalah gambar bumper bagian atas panel yg bergaris,saya simpulkan sebaliknya,bumper juga ada di bagian bawah,bisa jadi klo gambar bergaris dari bawah ke atas kerusakan dari bumper bawahnya.
bumper atas sama dengan bumper bawah ,hanya ada beberapa komponen saja,dari praktek2 yg saya pelajari kebanyakan kerusakan pada putusnya resistor2 di bagian bumper tersebut.
coba lihat gambar di atas,ada ic di bagian bumper,di sampingnya ada resistor2 sebagai input juga output ic,input terhubung dari logic & output menghubungkan ke panel layar.
setelah saya cek memang betul ada resistor berukuran 47 ohm yg putus,setelah saya ganti dengan resistor berukuran sama alhasil memang dari situ kerusakannya.alias tv udah kelar.



tapi saya masih penasaran,kenapa klo putus resistor satu gambar garisnya merah???,disamping resistor yang putus masih ada dua biji resisitor berukuran sama,ternyata 3 resistor ini sebagai RGB ,dimana klo diantaranya putus satu gambar akan bergaris dalam bentuk warna Red, Gren, Blue...berarti klo dua resistor putus misalnya Red & Gren bisa jadi gambar bergaris berwarna kuning...& seterusnya...smoga membantu.

6. Samsung plasma PS43D450 restart
Kerusakan:
Kerusakan tv plasma Samsung,apabila dinyalakan lampu indikator standby merah kemudian kedip-kedip,dan setelah beberapa saat terdengar bunyi cetak-cetek,dan tv nggak mau on.


Perbaikan:
Gejala kerusakan terdeteksi di bagian power supply,relay power supply restart.
Lepaskan power supply untuk pengecekan tanpa mainboard (Stand alone),untuk memastikan kerusakan memang berasal dari PSU atau dari boad yang lain.
Setelah kita lepaskan PSU ,kita coba cek tegangan standby,dan memastikan tegangannya normal 5volt,dan kita coba untuk start tegangan yang lain dengan cara menjumper pin Ps on disocket CN801 ke GND.


Psu plasma samsung


Cek semua tegangan B5v dan 15V,dan pastikan semua tegangannya normal.
Kemudian coba start tegangan VA (-/+ 58V) dan VS (209V),dengan cara jumper pin vson di socket CN802 dengan B5V menggunakan R100 ohm.

Spesialis service tv Plasma samsung
Kerusakan Power supply plasma Samsung


Perhatikan dan ukur tegangan di pi VA dan VS,apakah normal?,dan apakah relay masih berbunyi. Apabila tegangan tidak keluar dan relay berbunyi,berarti mengindikasikan bahwa PSU mengalami kerusakan.
Biasanya disebabkan karena tegangan AC detect di micom PSU tidak bekerja normal.

Spesiali service tv Plasma
MCU plasma samsung


AC detect dicontrol oleh optocoupler PCM802 dan PCQ801s.

Spesialis service tv Plasma
Ac control detect




Cek optocoupler,dan cek R detect seri RM818 - RM827,ganti dengan yang baru.
Spesialis service tv plasma samsung

Ac control detect

Biasanya kerusakan terjadi disekitar daerah sini.

Semoga bermanfaat












sumber:
www.sisilain.net
servistvmurah.blogspot.com
specialistlcd.blogspot.co.id

Senin, 23 Februari 2015

Pertanyaan Seputar Tv Plasma

Pertanyaan1. Saya dengar bahwa TV plasma dapat burn in setelah beberapa waktu. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan burn in, dan apakah perlu dikuatirkan?
Jawaban1.

Burn in, atau dikenal juga dengan screen image retention (jejak bayangan) merupakan penuaan fosfor yang tidak merata pada layar. Gejala ini dapat terjadi pada semua layar yang menggunakan fosfor termasuk CRT TV dan Plasma TV. Ada dua jenis jejak gambar, sementara dan permanen. Jejak gambar sementara secara otomatis akan dihilangkan dengan screen-saver yang sudah ada pada Plasma. Jejak gambar permanen hanya akan terjadi jika gambar yang sama (foto) ditampilkan pada layar dalam waktu yang sangat lama, yaitu seminggu dimana hal ini hampir tidak mungkin terjadi. Jadi Tidak ada yang perlu dikhawatirkan perihal jejak gambar.

Pertanyaan2. Berapa lama umur TV plasma saya?
Jawaban2.

Semua layar yang menggunakan fosfor akan kehilangan kecerahannya setelah beberapa waktu. Percaya atau tidak, TV tabung tua yang Anda miliki di ruang keluarga tidaklah secerah ketika Anda membelinya 10 tahun lalu. Kebanyakan layar secara alami akan memudar seiring dengan lama masa pakainya dan akan lebih cepat memudar jika Anda menyetelnya pada brightness dan contrast yang sangat tinggi. Dengan pengaturan brightness dan contrast yang baik, Plasma dapat digunakan selama bertahun-tahun dengan kecerahan yang memadai.

Pertanyaan3. Apakah persyaratan minimum untuk layar HD-Ready?
Jawaban3.

Resolusi asli minimum dari layar haruslah minimum 720 garis fisik pada rasio 16:9. Layar tersebut harus dapat meresolusikan 720p, 1080i atau 1080p.

Alat layar tersebut harus dapat menerima input HD melalui:

Antena dalam untuk menerima sinyal HDTV dari stasiun TV yang sudah memancarkan program High-Definition
HDMI (High Definition Multimedia Interface) atau DVI (Digital Visual Interface)
style="background-color: #f6f6f6; color: #1f1f1f; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 17px;" />Input-input HD harus memiliki format video HD berikut ini:

1280x720 @ 50Hz progression (720p)
1920x1080 @50Hz interface (1080i)

Pertanyaan4. Bagaimana menerima program-program HDTV?
Jawaban4.

Untuk menikmati manfaat penuh penyiaran HDTV, anda harus memiliki hal-hal berikut:

TV HD-Ready (TV yang siap untuk HD)
Sebuah set top HD receiver yang dapat memberikan resolusi minimum 720p hingga 1080i
Sebuah antena dalam untuk menerima sinyal HDTV dari Mediacorp atau berlangganan pada kabel digital SCV jika program-program HDTV tersedia melalui kabel.
Sistem home theatre Dolby Digital dengan speaker. Suara sekeliling ruangan akan memberikan kepada anda pengalaman audio yang maksimal, namun ini bukan keharusan

Pertanyaan5. Apakah yang dimaksud dengan HDMI? Apakah kompatibel dengan DVI?
Jawaban5.

HDMI merupakan singkatan dari High-Definition Multimedia Interface. HDMI merupakan koneksi pertama di Industri consumer electronics yang mampu mengirimkan sinyal Audio dan Video sekaligus dalam satu kabel. HDMI menawarkan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan koneksi analog biasa karena transmisi dilakukan secara digital..

Berbeda dengan HDMI, DVI hanya mengirimkan sinyal video digital saja dengan kualitas yang kira-kira sama dengan HDMI.

Pertanyaan6. Mengapa saya masih melihat strip-strip hitam pada TV layar lebar saya ketika saya menonton DVD layar lebar tertentu dan siaran HDTV?
Jawaban6.

TV layar lebar anda memiliki aspek rasio 16:9 (1,78:1), yang merupakan aspek rasio HDTV. Namun, film-film dibuat pada beberapa aspek rasio yang berbeda, termasuk 2,35:1. Yang juga disebut dengan “scope”, 2,35:1 adalah aspek rasio yang sangat panoramik yang memberikan bidang pandang yang lebar di bioskop. Scope jauh lebih lebar dari TV layar lebar anda, sehingga memerlukan penggunaan letterboxing (“strip-strip hitam”) untuk memasukkan seluruh gambar pada layar. Beberapa TV dan DVD player memiliki fungsi zoom yang memungkinkan anda memperbesar gambar sehingga memenuhi layar, namun sisi-sisi dari gambar harus terpotong untuk melakukan hal tersebut.

Pertanyaan7. Seperti apakah siaran dan DVD 4:3 pada TV layar lebar?
Jawaban7.

Ada pengaturan umum untuk menyesuaikan penampilan materi 4:3 pada TV layar lebar Panasonic. Materi tersebut dapat dilihat dengan strip-strip hitam pada sisi-sisinya, untuk tetap menjaga gambar terlihat seperti yang dimaksud untuk dilihat sejak awal. Beberapa penonton merasa bahwa strip-strip hitam tersebut mengganggu, sehingga mereka lebih memilih salah satu dari mode regangan yang memungkinkan gambar memenuhi seluruh layar TV. Salah satu dari mode tersebut adalah mode JUST (justify/ sesuaikan), yang meregangkan hanya bagian luar dari gambar, tanpa merubah bagian tengahnya.

Pertanyaan8. Apakah bedanya TV Plasma dan TV LCD?
Jawaban8.

Karena keduanya menggunakan metode yang berbeda, maka gambar yang dihasilkannya pun berbeda pula. TV Plasma adalah yang terbaik dalam memproduksi gambar layar besar yang kuat dengan banyak efek, sementara TV LCD baik dalam menghasilkan gambar-gambar modulasi yang halus di ruang yang terang oleh lampu.

Dengan gambar-gambar layar besar yang kuat, TV plasma cocok untuk seluruh keluarga menonton bersama. Tersedia beragam jenis model TV LCD yang sangat cocok untuk tontonan pribadi.
Layar besar
Ruang keluarga
Tontonan keluarga
Layar sedang atau kecil
Tontonan Pribadi
Pada TV plasma, plasmanya mengeluarkan cahaya, sehingga seluruh layar menghasilkan gambar-gambar yang terang, dengan kegelapan ekspresif yang dalam pada kondisi pencahayaan ruang duduk. Urutan dinamis dengan banyak gerakan, seperti acara olah raga atau film action akan terlihat halus dan mulus.Sudut pandang yang lebar dan efek kuat dari TV plasma membuatnya ideal untuk tontonan bersama dengan seluruh keluarga Pada TV LCD layar diterangi oleh lampu belakang, sehingga secara relatif tidak terpengaruh silau karena pantulan cahaya dan memberikan gambar-gambar modulasi yang halus dan terang bahkan dalam ruangan yang bercahaya terang atau dekat jendela dimana sinar matahari masuk. TV ini ringan dan dapat dipindahkan dengan mudah, yang berarti dapat ditempatkan hampir dimana saja yang dikehendaki si pengguna. Layar TV LCD berukuran 32 inci atau lebih kecil adalah sesuai untuk penggunaan pribadi dan menawarkan banyak fleksibilitas.
Tabel Perbandingan TV Plasma dan TV LCD
TV Plasma TV LCD
Ukuran Layar Layar berukuran 37 inci dan lebih besar, sesuai untuk tontonan bersama untuk seluruh keluarga. Layar berukuran 32 inci dan lebih kecil, beragam model tersedia untuk pemakaian perorangan hingga keluarga.
Tampilan layar SANGAT BAIK: Memberikan gambar yang terang untuk tontonan keluarga di ruang duduk keluarga. SANGAT BAIK: Memberikan gambar yang tajam pada tempat yang terang.
Sudut Penglihatan SANGAT BAIK: Sudut penglihatan yang lebar berarti gambar tetap terlihat tajam bahkan jika dilihat dari samping. Cocok untuk tontonan keluarga. BAIK: Paling baik untuk tontonan pribadi karena terangnya bervariasi jika dilihat dari suatu sudut, baik diatas, dibawah atau sisi kiri atau kanan.
Performa Isi yang Dinamik SANGAT BAIK: Halus, reproduksi isi yang mengalir dengan banyak gerakan, seperti acara olah raga. BAIK: Terdapat beberapa sela setelah gambar jika menonton gerakan yang sangat cepat.
Konsumsi Listrik SANGAT BAIK: Konsumsi listrik yang rendah. Lebih hemat listrik daripada TV CRT lama. SANGAT BAIK: Konsumsi listrik yang rendah. Lebih hemat listrik daripada TV CRT lama.
Service life SANGAT BAIK: Lama fungsi panel adalah sekitar 60.000 jam (*1) SANGAT BAIK: Lama fungsi lampu belakang adalah sekitar 60.000 jam (*2)
Jumlah jam hingga terang panel berkurang setengahnya adalah berdasarkan pengoperasian pada mode standar dengan isi dinamik. Dengan asumsi tidak ada burn in atau kerusakan.
Umur fungsi lampu belakang pada mode standar.








sumber:
www.panasonic.com

Koleksi Kerusakan Tv Plasma LG

1. Service LG Plasma tv standby on kemudian off

Plasma tv LG50PG50R ,ketika start,indikator hijau kemudian beberapa saat kembali standby merah,distart lagi,begitu lagi seterusnya.
Kita coba analisis sedikit pada kerusakan ini,tampaknya kerusakannya adalah umum terjadi.
Kita coba cek semua output tegangan power supply unitnya dulu,mulai dari Vs,Va,5V,Stby,Ac det,semua tampak oke.Standby 5V stabil,semua tegangan menunjukkan skala hampir maksimal,kemudian langsung off,dikarenakan protect.
Kita coba putuskan supply tegangan ke bagian X dan Ysusnya,ternyata sama saja,
Kita alihkan perhatian pada system control powersupply,kita cek bagian control relay on,5V on,Vs on.
Service LG ,Lcd,Led,Plasma,Avtronic serviceDisaat mainboardnya menuju posisi standby dari posisi on,ternyata signal relay,5V on,dan  Vs on nya,masih menyala konstan untuk sementara.tetapi tegangan switch dari controller ke relay dan optocoupler vs sudah off.
Untuk memastikan system PSU unitnya normal apa tidak,kita coba analisis sebagai berikut:
Bahwa ternyata PSU unit untuk prosesnya dikontrol oleh sebuah microcontoler,yang berfungsi antara lain  mengontrol semua tegangan output,termasuk didalamnya control suhu,arus / ampere,fault / kesalahan tegangan (over/under limit),timing ,serta masih banyak lagi.

Service LG,Jakarta,Lcd,Led,Plasma,Projection,Avtronic service
Untuk langkah pertama kita lepaskan dulu koneksi dari PSU ke mainboard dan ke x/y sustainnya,kemudian kita disable dulu fungsi dari controllernya,dengan memutuskan hubungan dari controller ke relay dan ke optocoupler start dan boost up,kemudian disambung langsung antara 5v on,relay on,dan vs on,dihubungkan langsung dengan v standby 5v,
Langkah selanjutnya sambung lagi dari tegangan stanby 5v menuju ke switch optocoupler vs , boost up, dan ke relay on, PSU siap dinyalakan pada kondisi stand alone.Sebelum dinyalakan siapkan pengukuran dulu ke bagian output tegangan terutama Vs nya..
Service LG,Jakarta,Lcd,Led,Plasma,Projection tv,Avtronic serviceKita coba nyalakan PSU sebentar,sambil kita ukur output tegangan dari masing - masing output,kemudian kita mendapatkan hasil sebagai berikut.
Untuk bagian Vs nya menunjukkan tegangan 150v,kemudian perlahan menuju ke 175v konstan.(seharusnya tegangan 190v)_
Untuk Va nya,output dari rectifier langsung,menunjukkan tegangan 45v,sedangkan Va yang sudah diboost up tegangannya 65v konstan.
Dari sini kita berasumsi bahwa Vs outputnya mengalami masalah.kemudian kita coba melepas semua beban pada tegangan Vs,setelah dicoba hasilnya tetap sama.
Spesialis service tv LGKemudian kita coba check optocoupler dan ic 431 nya,hasilnya masih bagus juga,masih kurang yakin kita ganti dengan yang baru.
Selanjutnya kita check dioda output Vs nya,hasilnya juga masih bagus.Tapi hati -hati,dua buah dioda Vs ini jenisnya berbeda,yang satu adalah type PNP dan yang lain NPN,jadi secara menurut skemanya,dua dioda ini digabung menjadi Bridge rectifier,
Nah,dari sini kita beranggapan mungkin salah satu atau bahkan kedua dioda ini ada yang mengalami kebocoran,disaat kondisi sedang ON,walaupun dalam kondisi offline terlihat bagus pada pengukuran.
Setelah kita ganti ,power supply kembali normal,Vs nya bergerak ke 190v cepat dan konstan.
Kemudian kita kembalikan semua koneksi jalur yang kita modifikasi tadi,dan kita  rangkai kembali ke panel,kemudian kita coba.
Hasilnya panel bekerja normal,skala pengukuran tegangan ,semuanya sesuai dan setelah dicoba beberapa menit suhunya juga normal.
Kesimpulannya,
* Kita harus hati - hati dalam mendiagnosa suatu  komponen,sebagai salah satu contoh diatas,bahwa dua dioda penyearah ternyata bebeda jenis,walaupun secara fisik sama,sebelumnya perhatikan dulu jalur - jalurnya,kalau ada lihat dulu datasheetnya.
* Sering kali kita menggunakan metode BIASANYA,yang sebenarnya bisa menjadi penyebab,hal menjadi lebih sulit,bahkan mungkin gagal,sebaiknya kita teliti dahulu dengan benar dan sabar.
* Selalu memperhitungkan faktor lain,diantaranya diantaranya adalah toolkit kita yang mungkin belum sesuai standard atau tingkat akurasinya yang kurang,harap dimaklumi karena untuk menyediakan alat yang sangat presisi kita membutuhkan banyak biaya,paling tidak secara bertahap.
Mohon maaf bila ada maksud yang tidak bisa kita ungkapkan dalam bahasa,namun mungkin dari gambar bisa sedikit menjelaskan.
Sukses selalu





2. PLASMA TV LG 42PJ350R TIDAK KELUAR GAMBAR
Kerusakan:
Plasma tv LG 42pj350r kalau saya hidupkan , terdengar seperti ada percikan api dan tak lama kemudian kembali standby.

Modelnya :



Perbaikan:
Tahap awal selalu dimulai dengan mencoba memasukan aliran listrik dan melihat di PCB saat tv dihidupkan , apakah ada tanda-tanda yang real telah terjadi kerusakan. Area yang saya utamakan main-x dan hasilnya bukan disini yang bermasalah. Area kerusakan ada di Y-sus dan penyebabnya hanya capasitor 1nf/1kv , capasitor ini sebagai filter dan untuk perbaikan yang saya lakukan hanya dengan membuangnya. tampilan capasitornya :


lokasi di PCB :


Hasil akhirnya Alhamdulillah Plasma tv LG sudah kembali normal , sangat singkat sekali tentunya tapi memang demikian adanya.. semoga bisa bermanfaat….. amiinn


3. LG Plasma 42 layar gelap
Kerusakan:
Plasma LG 42 layar gelap, suara normal…..

  • Pakai panel tipe 40X3
  • Cek tegangan VA dan VS ada…..




Perbaikan:
Lihat catatan dulu…..
Layar panel tipe 40X3 tegangan VA dan VS normalnya adalah…...

 (dilingkari adalah Adj Vzb)

Juga  bisa dilihat pada label yang nempel pada belakang panel.


Ternyata tegangan VA dan VS kurang semuanya…..
Ajust tegangan VA dan VS pada VR2 yang terdapat pada modul power suply……..




Setelah adjustment VA dan VS….gambar bisa nonggol…….tapi tidak sempurna……seperti kurang kontras, kurang terang, tidak bersih.
Dimatikan…….kemudian dihidupkan kembali….layar tetap gelap dulu….kemudian pelan-pelan gambar mulai nonggol sedikit demi sedikit….tetapi tidak secara merata……sebagian gambar muncul, sebagian layar ada yang masih tetap gelap hitam  jembret-jembret.




Dilanjutkan cek tegangan Vzb pada modul Zsus
Lho……kok nol alias tidak ada….??????







Cek-ricek….2 bauah fuse yang lokasinya ada di bagian pojok kiri bawah…..ternyata fuse yang atas putus….
Disebabkan jalur ada yang short……..(cek pakai ohm meter)

Wis…..brenti saja dulu…......mesti ganti satu modul……tidak mungkin diperbaiki......parts yang ada dibawah pendingin tidak ada yang jual....
















sumber:
avtronicservice.blogspot.com
www.hamimservis.com
marsonotv.blogspot.co.id